Ibu Susy

She’s my boss since I moved here in Tangerang.

Since day one I met her, she not changed. She’s still pretty as the first time I saw her coming to the room.

I’ve known her for 2,5 years now and she’s been through many things.

She’s been through 2 major surgeries for her breast cancer in Singapore, several times of chemotherapy in Jakarta, and uncounted blood tests. She lost all the hairs and weights.

And she survived all those phase. She made it.

She’s been running for 15 k, 17.5 k, and 21 k. She runs for the joy of her life.

Not mentioning her study for doctoral degree in UI, and pass all the tests in a good marks.

She strives for international bid to bring Indonesia to become the host of The 9th World Environmental Education Congress in Bali for 2019 among all the countries in the world. She connects all the stakeholders from the academician, the capital owner, the committee, the leaders in this organization, and the Minister.

And she won it. Indonesia won the bid. Indonesia will held international conference in Bali on 2019, InsyaAllah. It’s all from her big ideas to make Indonesia significant in the eyes of the world.

And another amazing little things she’s done and affect me, or everybody in her circles.

I’m inspired so much.

I am witnessing all the ideas come from her lips with soft voice. Every moves she make (since her desk is in front of me) to make every task delegated and delivered well. Every Zuhur and Ashar prays she made peacefully. Every little gratitude comes every time she sees the food coming or the money she receives. Every make up she puts before she meets guest, after she prays, after she eats, before she attends the meeting. Every self-love she gives to herself everytime she put a lotion on her hands and feet. The the room smells so nice instantly, twice a day.

Yet, she remains the same: humble and confident.

May all your positive vibes to us grant you more love and protection from ALLAH SWT.

Aamiin YRA.

DSC08891

Yang selanjutnya

Banyak hal yang berubah dan saya ubah untuk mempersiapkan kehadiran keturunan. Masih banyaaaaak sekali yang harus dibenahi. Mulai dari pola makan, pola pikir, dan pola rasa (mind-body-soul). Pola makan harus lebih dijaga dan ditambah sesuai dengan kebutuhan, pola pikir harus dibuat lebih simple, tenang, dan yakin. Pola rasa harus dibuat lebih positif, happy, dan pasrah.

Pertanyaan-pertanyaan seperti

“kapan punya anak? blablabla”

dan dilanjut dengan kalimat-kalimat saran (atau sebenarnya men-judge Idk) tanpa diminta sangatlah mengherankan.

What do you know about me?

Sedangkan ketika saya bertemu orang-orang yang perlu usaha lebih untuk memiliki keturunan, dan rasanya langsung “klik” begitu mereka tahu usia pernikahan saya. Kalimat yang keluar bukan men-judge seperti

“dua-duanya sibuk sih” atau

“emang ditunda?” dll,

tapi kalimat pengharapan dan doa seperti

“ya.. semoga segera dapat ya. Dulu saya juga lama dapatnya. Intinya ada di doa”.

menjadi sangat menenangkan dan menyenangkan :)

Semoga kita semua bisa berbaik hati ya dengan orang lain yang sedang berjuang memiliki keturunan atau berjuang dalam apapun dalam hidupnya tapi tetap positif! Kuncinya ada di tetap positif. For me they are so awesome!

Semangat semuanya. Semangat!

*Bagi yang sedang berjuang tapi kurang positif, either you can kindly advice them or leave them. Both are fine, well at least that’s what I do :p

People in my office

Suddenly I love everyone in my office. They teach me so many things to become a better person.

They show me how to live life when they’re old and nothing to hope for. Yet some show me how to keep on reaching the stars no matter how old they are.

They show me what kind of life to live by complaining, gossiping, making small issues become so big. Yet the other show me how to live gracefully, happily, no matter how hard life is going.

They show me how to always play victim of small stuff. Yet the other tell me stories how to be strong in a family drama situation.

I’m thankful of all examples of people who I want to be and don’t want to be.

You are all enough for me.

Thank You. :)

 

 

A bit more love

It’s been almost 3 years we live as a family, go through wonderful journey and full of meaning about what is love, family, and Allah SWT.

As a normal family, we are not always have only good times, but also a hard times. When it comes to the hard one, it’s really hard because we’re not a friend back then. We knew each other for a while and then decide to marry at the 8th months of our relationship. So, these 3 years are special because we just learn to know each other, love each other, and protect each other. We learn to build a family and make foundation from our each experience and background in family. However, we always look for Allah everytime we went through hard times, and I am more clear know about the definition of “Love your spouse because of Allah“. InsyaAllah.

There are some moments when you face the hard times, because you need to learn something new, you need to be upgraded, you need to be better. :) You can always choose your reactions, thoughts, feelings over what happen to you. You are in control of them. It might be hard at the first trials, but what I have done and InsyaAllah work (for me) is: identify what makes you happy and unhappy, then do more what makes you happy and leave what makes you unhappy. It’s important to be happy and peace inside, because it will show on your action and words. The energy will be different if you have positive mind and heart. Life will be much easier :)

If you are now trying to fix your heart, reconnecting the concepts and realities that don’t make sense, regrouping all the puzzles in the past, I can tell you that you are already in your way. You are getting there, where the peace of heart is. I am sure.

It’s just need a bit more love everyday in what we do for our family. And what I find very ultimate reason to do everything is, do it for Allah. Do it because Allah has granted you the family you asked for. Do it because Allah has granted you the opportunity of good deeds in a family you hope for. Do it because Allah has granted you the “perfection” you imagine of. Do it because Allah has made you who you are now, and you are getting better, wiser, more mature. InsyaAllah. Do it because it’s your duty that Allah wants you to do. And to please Allah is the only reason we live for.

 

Mengalah

Mengalah bukan karena kita lemah, tapi karena kita memiliki sesuatu yang lebih besar dari apa yang sedang diperdebatkan.

Mengalah bukan karena kita takut kepada orang lain, tapi karena kita takut menyesal kehilangan hubungan baik.

Mengalah bukan karena dia lebih berkuasa, tapi karena kita tahu pasti kita tidak pernah menguasai apa-apa tanpa ijinNya.

Mengalah itu melatih jiwa untuk menerima berbagai keadaan. Mengalah itu mengekang ego yang kalau dibiarkan hanya akan membawa kedzoliman. Mengalah itu sikap yang dimiliki orang yang berhati lapang, memiliki kasih sayang terhadap sesama, dan sangat menyerahkan diri kepadaNya.

Dan kalau semua itu bisa tercapai, selamat. Kamu sudah menang :)

yang aku percaya

Yang aku sangat percaya adalah semua orang bisa berubah menjadi lebih baik asalkan dia memiliki kemauan yang sangat kuat. Ketika dia memiliki kemauan itu, dia akan mencari jalan untuk mencapai apa yang diharapkan. Dia mulai mencari informasi, membaca buku, bertanya, merubah sikap, cara pandang, dan mengelola emosinya dengan lebih baik.

Sangatlah sulit untuk berubah karena perubahan membutuhkan kita keluar dari zona nyaman. Perubahan hanya bisa diwujudkan oleh orang-orang yang kuat mentalnya.

Akan tetapi, kalau Allah sudah menggariskan hidup kita berubah tanpa kita mau pun, hidup akan berubah. Dengan atau tanpa persiapan.

Namun, kita selalu punya pilihan. Pilihan untuk berubah menjadi lebih baik atau diam di tempat; menikmati kenyamanan tapi melenakan, senang tapi semu, dan terlihat bahagia tapi sebenarnya tidak pernah tenang.

Seorang koruptor bisa menjadi sangat alim setelah menjalani hukuman. Namun seseorang yang dikenal alim pun bisa berubah menjadi penjahat jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya dari hawa nafsu dan lain-lain.

Seorang koruptor tidak langsung memulai kejahatannya dengan kasus yang fantastis. Semuanya dimulai dengan penyelewengan sederhana, dengan nominal kecil, dan terus menerus sampai akhirnya rasa di dalam hati tidak bisa lagi membedakan mana kebenaran dan kebathilan. Semuanya sama, cenderung ke arah bathil.

Begitupun dengan seorang penjahat yang sudah bertobat. Semuanya dimulai dari kebaikan-kebaikan sederhana sampai hatinya semakin bersih, semakin jernih, dan kebenaran terlihat lebih nyata dari kebathilan.

Semua perubahan diawali dengan sikap-sikap sederhana sampai akhirnya menjadi kuat.

Jangan remehkan sikap-sikap sederhana yang dilakukan setiap hari. Karena dari sana, terbentuklah perubahan diri kita nanti.

rasa

Ternyata, begini rasanya mengandalkanMu dalam setiap situasi.

Ternyata, begini rasanya menjadikan doa sebagai senjata untuk menghadapi tantangan hidup.

Ternyata, begini rasanya percaya bahwa Engkaulah sebaik-baiknya penjaga dan pengurus hambaMu.

Rasanya itu.. kuat yang menjadikanku tidak bergeming dengan cobaan, netral cenderung terus mencari jalan positif, dan hati puas karena kita tahu sudah melakukan yang terbaik.