rumah lama

Sekitar 10 tahun saya tumbuh berkembang di rumah itu. Rumah hasil keringat bapak buat keluarga. Rumah yg dibeli dari hasil kerja keras  bertahun2 dan sampai akhirnya tinggallah kami berempat disana. Ingat betul saya, bentuk, ukuran, ruang, warna cat, taplak meja, sofa, furniture, atap genting, semua bagian rumah lama kami. Rumah itu kecil dan ruangannya sempit. 1 lantai, lantai 2 hanya buat jemuran.

Di rumah lama itu saya belajar solat di pangkuan bapak dan akhirnya belajar solat lima waktu untuk pertama kalinya. Kalau kita ga solat, kita akan di”ceblek” pake tangkai kemoceng sebanyak jumlah rakaat yg kita lewatkan. Serem, tapi sangat baik. Sampai akhirnya ga ada lagi “ceblek”an di paha kita. Disitu juga saya belajar bahasa inggris untuk pertama kalinya dan pengajarnya adalah bapak. Sepulang dari kantor bapak masi nyempetin ngajarin kita anak2nya bahasa inggris di ruang tidur extra (yg biasanya buat pembantu dan gudang). Bapak menekankan “Bahasa inggris itu sangat penting. Kalian harus bisa berbahasa inggris kalau sudah besar nanti”. Voila, look at me now, speaking english everyday. :’) Di rumah itu juga saya belajar sopan santun kepada orang tua. Pernah suatu hari saya dengan bodohnya mainin kursi makan bapak, sampai bapak hampir jatuh. Dipukul pipi saya. Saya tidak menyalahkan beliau krn memukul saya, karena perbuatan saya memang sangat bodoh waktu itu. Disana saya belajar disiplin waktu. Waktu mamah masih  kerja, mamah bikin jadwal tertulis yg ditempel di dekat meja belajar kami. Dengan tujuan supaya kami mengikuti jadwal yg sudah diatur mamah walaupun beliau tidak di rumah. Di rumah itu saya belajar menghargai perasaan orang lain. Suatu hari pulang kantor mamah beli boneka porselen yg sangat cantik buat saya, tapi saya dengan bodohnya (lagi) mencabut tag harga yg masi nempel di baju boneka dengan kasar, sehingga ada lubang kecil di rok si boneka. Dan mamah sangat marah. :( Di rumah itu saya belajar puasa full pertama kali, belajar main roller blade, belajar naik sepeda, belajar membaca menulis, membuat bebek, kapal2an dan pesawat terbang dari kertas.

Saya juga belajar jadi anak baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s