bertanggung jawab & bertahan

coffee break time.

  • N: Mas rajin banget deh. Selalu masuk kuliah disaat yg lain mulai pada ga masuk.
  • H: Aku tuh ga rajin. Aku cuma merasa bertanggung jawab aja untuk masuk.
  • N: :)

Library time.

  • N: Mas itu tetap bertahan ya, sampe sore juga.
  • H: Iya, bertahan. Itu kata yg tepat. Bertahan tapi dibejek2 sama *TC. Hehehe..
  • N: hehehe.. engga. Kita ga dibejek2 sama *TC. Jangan mau dibejek2, kalo perlu kita bejek balik :)
  • H: :)

What’s the moral of the story?

Bertanggung jawab dan bertahan. Dua kata yg punya arti besar dan ga saya denger selama disini. Seharusnya emang kita tanggung jawab sama mimpi2 kita yg udah jadi nyata. Doa2 kita yg diijabah ALLAH SWT. Cita2 besar kita yg kesampean. Emang seharusnya kita bukan cuma sekedar bersyukur, tapi lebih kongkrit lagi, tanggung jawab. Kalo bersyukur aja, kita bs bersyukur dalam doa dan ngejalanin hepi2 tanpa tanggung jawab. Kalo tanggung jawab, berarti suatu hari nanti kita akan mempertanggung jawabkan apa yg sudah dikasi ALLAH sekarang ini.

This makes a lot of sense.

Soal bertahan. Segila apapun hari2 disini, sejungkirbaliknya usaha saya disini, memang demi satu tujuan. Supaya saya bisa bertahan sampai akhir. Bertahan dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, sampe akhirnya saya selesai. Dan InsyaALLAH sampai pada waktunya, semua akan terbayar indah.

AMin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s