defense

Tiba2 terlintas saat menikmati brunch barusan bahwasanya setiap orang akan berjuang sendiri pada akhirnya. Seperti defense thesis dan hari kiamat. Hehhe.. Analogi yg ekstrem. But I think it’s true. Keduanya punya konsep yg sama.

Sama2 “mempertanggungjawabkan” apa yg telah kita persiapkan dalam ruang dan waktu yg sudah disediakan

Sama2 mau hasil yg baik

Sama2 dinilai, diuji, dan akhirnya diputuskan

Bedanya ada dua

Kalau defense kita tau kapan waktunya jadi kita bs nyiapin segala sesuatu, sedangkan kalau meninggal kita ga tau jadi HARUSNYA kita siap kapan aja kalau sudah waktunya

Satunya lagi. Kalau defense thesis, kita masih bisa “membela diri”, mempertahankan argumentasi, jadi kita masih punya chance untuk selamet. Tapi kalau hari akhir, kita ga bisa lagi membela diri, sudah ga ada tawar menawar lagi 

Yg mau saya bahas disini bukan defense thesis. Tapi pertanggungjawaban kita di hari akhir. Karena akhir2 ini saya over-worried about proposal. Tapi saya jarang banget over-worried about akhirat. Saya jarang mikir kalau tiba2 saya dipanggil ALLAH, amal saya udah cukup belum ya untuk meloloskan saya ke surga. Sedangkan soal proposal saya pikirin banget soal ininya itunya.. gimana nanti kalo begini kalo begitu..

Apa memang yg tampak itu terkesan lebih penting daripada yg kasat mata ya? Seharusnya kita siap kapanpun ALLAH memanggil dengan bekal amalan yg kita punya. Siap dalam arti seluas2nya.

Hemm. Saya teh suka dapet wangsit gini kalo lg melamun. Semoga ini memang kiriman ALLAH. Waallahualam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s