waves

0:56 AM

Bismillahirrahmanirrahim..

Setelah 12 jam, akhirnya ALLAH menenangkan hati ini. Persis, ini tepat 12 jam setelah saya bimbingan dengan kedua supervisor untuk membahas proposal yang akhirnya diobrak-abrik. Sesaat setelah bimbingan, saya berjalan menunduk menuju mushola, awalnya bukan karena ingin solat Zuhur, tapi karena saya terbiasa “melarikan diri” ke mushola kalau saya sedang kenapa2. Tapi saya lihat jam, ternyata 30 menit lagi masuk Zuhur. Jadi, saya berdiam lama di mushola sambil memikirkan “Apa yg barusan terjadi di ruangan tadi selama kurang lebih 1 jam?”.

Lalu setelah Zuhur, saya pergi keluar, memang sudah rencana mengirim kartu pos kepada beberapa orang, sekaligus makan siang dan belanja. Sepanjang perjalanan saya tidak berhenti memikirkan hal yg sama ketika saya berdiam di mushola. What went wrong so you did this to my proposal? Sambil berharap perasaan down menguap kena matahari yg terik, saya pun tetap melaksanakan rencana saya, makan siang-kirim kartu pos-belanja.

Dan pulanglah saya. Sesampainya di kamar, ternyata saya masih kenapa2. Lalu saya menelpon seseorang untuk buang uneg2. “Bukan soal substansinya, tapi kenapa dia mentreat saya begitu? Saya jadi bertanya-tanya bagaimana sih seharusnya supervisor itu mendidik siswanya. Saya sudah mengalami bimbingan yg tidak gampang untuk sampai disini, dan sekarang dia minta ganti secepat itu dan dengan gaya yg sama?”

Saya pun berpikir akan baik2 saja setelah menelfon orang kepercayaan saya itu (karena biasanya begitu). Tapi ternyata tidak. Saya pun kembali beraktivitas sesuai rencana hari kemarin, mengunjungi rumah teman untuk makan bersama dan mengambil hadiah kue Lebaran. Di perjalanan naik sepeda bersama segerombolan teman, saya curhat lagi dengan seseorang “Dia itu keras sama saya. Instead of ask, dia sering menjudge pekerjaan saya. Sampai2 supervisor saya yang satunya bertanya 3 kali tentang keadaan saya. Dia tanya “What dou you have in mind?” “U have puzzles in your face” “What doubt you?”. Sedangkan supervisor yang nyerocos terus itu, ga memperhatikan kondisi saya. Dia cuma mau saya melakukan perkerjaan dengan baik. Titik.”.

Dan percakapan selesai di tengah jalan sampai kita sampai tujuan. Saya sempat lupa sedikit tentang bimbingan saya, karena saya cukup banyak tertawa. Dan akhirnya kita pun pulang.

Ternyata, perasaan saya belum menguap, saya masih merasakan level tohokan yg sama ketika saya memasuki kamar. Lalu perasaan malas ngapa2in hinggap. Saya pun berbaring di kasur. Mencoba tidak peduli terhadap dunia. Membuka2 Al-Quran dengan cara yang tidak semestinya, dan makanya saya tidak menemukan jawaban yang saya cari. Sampai akhirnya saya tertidur. Pulas.

Ketika saya terbangun, perasaan lebih baik. Lalu saya mengambil air wudhu dan kemudian saya solat. Dan kemudian saya menangis. Saya kesal. Saya kesal dengan diri saya sendiri karena saya tau teori2 motivasi yang sering saya baca yang seharusnya bisa saya terapkan di kondisi ini. Saya kesal karena saya tau perubahan adalah sesuatu yang mutlak dan menentang perubahan sama seperti melawan ombak di tengah lautan. Saya kesal karena saya belum juga ikhlas sebagai manusia atas ketetapan yang telah digariskan-Nya. Saya kesal karena saya bingung mulai dari mana dan sebentar lagi saya harus submit. Saya kesal karena saya tidak berhasil mengendalikan perasaan lemah saya.

Saya pun masih bermukena dan terduduk di atas sajadah ketika tanpa sadar mulut saya bercerita tentang apa saja yang saya rasa. Saya ingin sekali menangis, dan menangislah saya. Sudah tidak berharap curhat kali ini menjadi obat, tapi ini jalan terakhir yang saya tau untuk mengatasi perasaan down, bercerita pada Yang Maha Memberikan paket masalah beserta solusinya. Dan ternyata, cara ini yang menyembuhkan. Setelah 12 jam, akhirnya saya tersembuhkan. Allah memang bekerja diluar kuasa kita. Allah memang baik. Saat kita pasrah setelah ikhtiar, Allah akan datang. Allah akan bantu.

Bisa menulis sambil mengingat 12 jam ke belakang dengan perasaan baik dan siap menulis proposal kembali, adalah karunia. Tangan, kaki, mata, pikiran, hati, yuk mari kita bekerja.

“Walaupun pekerjaanmu diobrak-abrik dalam waktu satu jam, dan kamu harus menyelesaikannya dalam waktu satu malam, tetaplah bekerja yang baik, yang giat. Karena ini cuma urusanmu dengan Allah saja.”-Nahdya. Adopted from Mother Theresa :p

InsyaAllah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s