kotak emosi

Menyimpan emosi negatif dan menunggu emosi reda adalah dua hal yang berbeda.

Perbedaannya terletak di titik batas emosi itu dibiarkan liar di dalam “kotak emosi” kita.

Menyimpan emosi negatif cenderung membiarkan emosi berkembang semakin negatif dan sering dikenal dengan dendam. Dendam bisa mengakibatkan ledakan amarah atau rentetan kata2 yang memusingkan ketika luka itu “dibuka”. Dendam memiliki sifat kurang intropeksi dan melihat kesalahan hanya pada pihak luar. Emosi itu ada, berkurang, tapi tetap lebih besar porsi negatifnya ketimbang positifnya. Positif untuk memaafkan orang lain dan memaafkan diri sendiri.

Menunggu emosi reda lebih kepada memilih tidak melakukan/bicara apapun dalam kondisi emosi yang sering dikenal dengan silent treatment. Silent treatment cenderung untuk menghindari emosi yg berlebihan untuk kemudian dibicarakan dalam keadaan lebih tenang tanpa membiarkan emosi negatif itu berkembang. Silent treatment ini juga berpotensi membuat pusing orang lain karena orang lain tidak bisa menebak maksud dibalik “diam”nya orang tersebut.

Cara untuk tidak membiarkan emosi negatif itu berkembang adalah dengan memberikan batas waktu. Untuk kemudian dibicarakan dan dicarikan jalan keluar.

Dengan nada yang tepat, maksud yang baik, dan cara terbaik.

*sotoy mode* *tapi gagal diaplikasikan* *invalid~* *sedih :(*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s