Kematian dan Ketulusan Cinta

MARISSA ANITA

Kematian seorang teman.ย Tak dekat. Beberapa kali bertegur sapa. Namun hanya sekali bercengkarama. Ringan namun pribadi. Dalam dan mengesankan. Hari ini, sang teman, jurnalis Djafar Assegaf meninggalkan keluarganya, koleganya, dan sebuah kesan malam itu. Malam dimana ia bercerita tentang kisah hidupnya. Pernikahan dengan seorang wanita Eropa yang tak disukai ibunya.

Pada tiap orang, ada yang ia bagi, ada yang ia simpan untuk dirinya atau hanya untuk rekan yang mengerti dan mau mengerti rahasianya. Semua itu ia tuturkan dengan bahasa Indonesia dengan intonasi Belanda. Bunyi yang mengingatkan pada era perjuangan, era di mana bangsa mengerti nasionalisme yang internasional. Elegan.

Di antara matahari pulang dan bulan menjemput malam, hangat air mata tiba-tiba membelai pipi. Bagai ada dua jiwa dalam dada. Yang satu sesak karena kepergian seorang teman. Yang satu sesak karena sang teman yang telah pergi mengingatkanku pada kehidupan yang fana. Bahwa suatu hari ku kan terpisah dari mereka yang kucinta. Cepat atauโ€ฆ

View original post 49 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s