Di jalan

Banyak sekali, sepengamatan saya, emosi yang keluar di jalanan. Di kota2 besar yg saya tinggali rata2 emosinya negatif. Dan sungguh, saya tidak menyukai emosi saya sendiri ketika saya ada di jalanan sambil menyetir.

Saya benar2 tidak ngerti (ga harus ngerti juga sih) kenapa di jalanan itu orang2 seperti tidak ramah satu sama lain. Tidak motor, tidak mobil.

Semua orang seperti terburu2, seperti ada yg urgent sekali untuk dikejar, sampai2 jarak antar mobil tidak diperhatikan, tidak mau kasih jalan kendaraan lain ataupun orang nyebrang, melanggar lampu merah. Ngeri.

Kalau mau dilihat lebih luas, ini kesalahan sistem lalu lintas. Mau punya SIM bukannya siap belajar, tapi siap uang, polantas sering terlihat ketika menilang ketimbang ketika jalanan sedang macet karena hujan atau apalah, semua pelanggaran bisa dibayar dengan uang damai di tempat, dst.

Padahal jalanan itu sarana mengetes kesabaran. Tp kalau sedang nyetir, saya sendiri sering gagal. :(

Butuh stok sabar dan ngalah yg besar untuk bs tetap tenang di jalan.

Padahal setiap hari kita di jalan dan selalu melalui emosi yg itu lagi.. itu lagi.

Semoga kita semua diberikan stok kesabaran lebih banyak lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s