mental merasa berhak

One day I heard a discussion on the radio while I was driving to the office. Kurang lebih diskusinya seperti ini:

“Jika seorang anak lahir dalam keluarga mapan dan bisa menikmati makan ayam setiap hari, suatu hari jika sang anak tidak bisa makan ayam, dia bisa merasa haknya diambil.”

“Kadang manusia itu lupa bahwa yang berhak menentukan pemberian adalah Allah SWT, seperti udara gratis. Coba kalau sedang sakit dan kita harus membayar oksigen, maka baru terasa kalau yang selama ini kita merasa berhak adalah sebuah pemberian.”

Dan bahwa sesungguhnya kita tidak perlu merasa berhak atas apapun sebelum kita benar-benar menjadi hambaNya yang menaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s