Cerita gunung dan cinta Allah

Banyak sekali bukti rasa cinta yang Allah selalu berikan kepada saya dan Alhamdulillah saya bisa merasakannya.

Ini cerita tentang selamatnya saya dari hujan abu gunung berapi. Gunung Merapi dan Gunung Kelud.

Gunung Merapi.
Saya ingat sekali bagaimana suasana panik ketika awan panas mulai kelihatan dari kejauhan. Rumah saya waktu itu berjarak dua puluhan km dr Merapi. Suara gemuruhnya setiap malam membuat suasana mencekam. Apalagi waktu itu saya tinggal di rumah sendirian.

Banyak desakan dari keluarga kepada saya untuk segera mengungsi. Saya sendiri masih ragu untuk mengungsi dalam jangka waktu lama ke rumah saudara di daerah Bantul. Alasannya, tetangga-tetangga saya masih lengkap disana. Jadi saya tidak terlalu khawatir. Tapi akhirnya saya mengungsi ke daerah Bantul saat awan panas mulai terlihat jelas dari rumah.

Dan ternyata malamnya adalah malam yang sama saat bencana besar itu datang. Seluruh orang berusaha menyelamatkan diri untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Lalu saya terdiam melihat tayangan televisi menyiarkan suasana jalan yang pasti akan saya lalui jika saya belum mengungsi. Gelap, penuh abu dan pasir, suara klakson dimana-mana. Saya hanya berpikir, kalau saja saya disana,  saya pasti menangis di dalam mobil, ketakutan.

Gunung Kelud
Ini baru saja terjadi hari ini. Letusan Gunung Kelud sepertinya dahsyat sekali sampai angin bisa membawa hujan abu ke wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Saya sedang di Denpasar ketika bencana ini terjadi.

Beberapa foto hujan abu di Yogya sampai kepada saya melalui grup. Saya sangat mengenali gambar hujan abu ini. Kejadian empat tahun lalu kembali terjadi, tetapi dengan gunung yang berbeda.

Dan saya merasakan diamankan oleh Allah untuk kedua kalinya karena pada saat bencana itu terjadi saya akan berada diluar kota sampai hari Minggu sore. :’)

Lalu terjadi tragedi pesawat delay akibat letusan Gunung Kelud dari Denpasar ke arah Jakarta. Saya merasa beruntung sudah diarahkan Allah SWT dalam memilih maskapai. Hanya ada tiga maskapai yang tetap terbang ke Jakarta walaupun harus melewati Banjarmasin/Balikpapan sehingga waktu tempuh menjadi dua kali lebih lama dari seharusnya. Tapi lagi-lagi saya merasa beruntung, karena ternyata maskapai saya tetap berangkat ke Jakarta dan waktu tempuh maskapai yang saya gunakan relatif normal, kurang dari dua jam. :’)

Begitulah cerita saya seputar pengamanan kala terjadi hujan abu di Yogya. Tanpa bermaksud acuh terhadap semua masyarakat yang terkena dampak gunung meletus. Ini hanya sebuah bentuk syukur pribadi terhadap rasa kasih sayang Allah SWT. :)

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s