Lillahi ta’ala

Satu hal yang dari dulu sampai sekarang belum saya pahami (walaupun terus-terusan mencoba mengerti) ada makna di balik kalimat “Lillahi ta’ala” atau “karena Allah Ta’alla”. Pertama kali saya mendengar “cintai seseorang karena Allah” itu dari teteh mentor saya ketika saya baru tinggal di Yogya. Iya, dulu masih ngaji dan mentoring.. bawaan kebiasaan jaman kuliah waktu di Bandung. Tapi sekarang udah engga lagi karena kebiasaan itu sempat terputus lama ketika sekolah di Belanda. :(

Untuk memahami kalimat itu, saya mencoba menganalogikan dengan cinta ke orang tua.. terasa lebih mudah dimengerti karena wujud cinta kita bisa kita salurkan berupa prestasi yang membanggakan mereka, hadiah-hadiah dari kerja keras kita untuk mereka, dan waktu serta pemikiran yang dapat membantu meringankan beban pemikiran mereka. Tapi.. ketika kembali lagi ke “melakukan sesuatu karena Allah”, rasanya otak ini perlu beberapa detik untuk mencari dalil apakah yang kita kerjakan itu memang perintah atau malah larangan Allah? Dan disitulah saya berhenti bertanya-tanya kenapa sulit bagi saya mengerti makna Lillahi ta’ala. Karena ilmu agama saya sangat-sangat-sangat cetek. Aduh, kalau ingat ini hatiku langsung sedih, kepalaku langsung stresss. Soalnya ga tau musti mulai dari mana.

Saya bukan tipe orang yang suka baca peraturan. Bayangkan, PNS tapi males baca peraturan :D Kompensasinya saya baca slides presentasi peraturan yang lebih mudah dimengerti dan enak dibaca :p. Masalah ini juga berlaku di Al-Quran, saya kurang suka baca tafsir langsung dari Al-Quran :(. Saya pernah coba membaca Al-Quran dan tafsirnya selama sebulan di Ramadhan kemarin. Waduh.. ko ndak ada yang nyantol ya. Hikshiks. Beda ketika saya baca bukunya Dian Pelangi (#eeaaaaaaaa kalo suami tau bisa diketawain. Eh udah diketawain ding :)))) yang menjelaskan ayat dan hadis dalam narasi. Aduh.. nyambung bener deh ini otak. Ya walaupun masih bertanya-tanya juga untuk beberapa hal. Tapi ini sungguh kemajuan.

sumber: http://www.google.co.id

Sebelum ini saya pernah beli buku Fiqih Wanita. Bukunya tebal warna pink. Pengarangnya Prof. dari Arab sana. Pokoknya dari sampul, judul, dan subjudulnya gue bangetlah. Disana menjelaskan kewajiban dan larangan bagi wanita dalam Islam. Cocok banget sama yang dicari. Tapi ternyata bahasanya sulitttt. Mungkin terjemahannya yang ga pas. Haduh.. mau nangis karena harganya mahal T_T. Tapi waktu itu dibeliin mamah sih ^^”

sumber: http://www.google.co.id

Berpijak dari kebingungan itu dan ikhtiar yang belum membuahkan hasil, InsyaAllah selama bulan Ramadhan saya mau baca buku mengenai kajian Al-Quran dan ikut pengajian. Semoga Allah memudahkan. Amin. :) Demi Lillahi ta’ala yang lebih bermakna. :)

Karena udah mau puasa, saya sekalian memohon maafnya jika ada tulisan, sikap, dan ucapan yang menyinggung dan menyakiti. Karena sangat mungkin walaupun belum pernah bertemu, saya menjadi pengganjal di hati orang lain. :) Semoga ibadah puasa kita dimudahkan dan semakin dekat dengan Allah. Amiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s