Jihad

Setiap orang menjalankan jihad yang berbeda-beda. Ada yg berjihad untuk keluarganya, pekerjaannya, dirinya sendiri, orang lain, alam, dll.

Jihadku untuk almarhumah Mamah merupakan jihad terbesar dalam hidupku sampai hari ini. Betapa sulitnya masa-masa itu. Tapi segala sesuatu ada akhirnya. Dan ketika jihad itu berakhir, ketika itu pula Allah tahu dimana batas kemampuan kita. 

Tulisan di bawah ini adalah draft tulisan untuk blog yg kutulis tanggal 2 Februari 2016, di KRL menuju rumah Mamah. Hanya berselang sekitar dua jam sebelum Mamah berpulang untuk selamanya. Tulisan ini belum kuselesaikan karena aku tidak tahu lagi apa kelanjutannya.


Pernahkah kamu tau rasanya diuji kesabarannya setiap hari? 

Setiap hari, ketika kamu berusaha menjemput ridhoNya, setiap hari juga kamu mendapati suatu kejadian untuk menguji sesabar apakah dirimu.

Setiap hari, ketika kamu berusaha menjemput hidayahNya, setiap hari juga kamu mendengar berita seakan hidayah itu tak kunjung datang.

Setiap hari, ketika kamu berusaha menjemput kesembuhan, setiap hari juga kamu mengetahui kesembuhan itu tak bergeming dari singgasananya.

Setiap hari, ketika kamu berusaha menjemput keceriaan, setiap hari juga keceriaan itu tak berwujud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s