Berjuta (permintaan) maaf

Sering kali teringat masa-masa itu. Masa-masa mendampingimu. Masa-masa melihatmu bertahan, berjuang, merasa kecewa, merasa pasrah, merasa menyerah, dan merasa dikuatkan. 

Sering kali teringat masa-masa itu. Masa-masa dimana pertengkaran sering terjadi. Visi yang berbeda, cara pengobatan yang berbeda, kemauan yang berbeda. 3 kepala, semua berbeda, dan engkau sudah tidak bisa lagi bicara.

Lewat untaian doa yang tak pernah berhenti untukmu dan untuk kami, suatu hari aku beritahuNya, Mah. Sakitmu bukanlah tentangmu. Sakitmu itu tentang kami, 3 orang selainmu. Mungkin 2 orang. Mungkin 1 orang. 

Aku mengerti. Sudah tidak banyak lagi hati ini terbebani. Hikmah itu benar-benar ada dan menghampiri.
Aku sampaikan kepada yang lain mengenai hikmah itu Mah. Aku sampaikan sejelas mungkin. Semoga mereka mengerti kalau Allah berikan sakitmu untuk menyatukan kami.

Aku tak berharap banyak lagi waktu itu, Mah. Aku yakin ini cara Allah untuk membuat kami menjadi lebih baik. Maafkan kami ya Mah. Maafkan jika diantara kami ada yang berego setinggi langit, berhati tapi tertutup, berkepala tapi tak berpikir jernih. 

Setiap kali aku mengingat masa-masa itu, aku tau aku belum sepenuh hati memaafkan. Tapi aku yakin, aku bisa.

Maafkan kami, Mah. 

Sekarang kami sudah lebih baik dan lebih harmonis. 

Terima kasih sudah menyatukan kami, Mah. 

Terima kasih sudah menyatukan kami, Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s