Mohon maaf

Beberapa hari belakangan ini, saya menjadi pemurung, jarang tertawa, dan tidak bersemangat. Alasannya tidak bisa saya ceritakan disini, dan dimana-mana juga. Mungkin kesedihan saya mudah terbaca dari tulisan-tulisan saya disini. Maka dari itu, saya meminta maaf atas tulisan saya yang saya tulis dan mengandung energi negatif. Ini salah satu cara saya untuk mencari hikmah dari semua kejadian yang tidak menyenangkan dan menjadikannya sangat bermakna. Menulis kegalauan hati adalah cara yang saya tahu, terapkan, dan terbukti membantu mendewasakan saya, semenjak saya kecil.

Saya sudah menulis di buku harian sejak SD. Dulu jamannya adalah mengumpulkan biodata dan kata-kata mutiara dari teman-teman sekolah. Lalu kehidupan berlanjut, saya memiliki buku harian rahasia yang isinya tentang kehidupan di sekolah, cowo yang saya taksir, surat cinta yang saya terima, rasa tidak suka kepada teman. Isi lainnya tentang keluarga, kejadian saya dimarahi Bapak, curhatan saya ke kakak, jalan-jalan sekeluarga. Buku harian saya terus berlanjut terus sampai SMP, SMA, kuliah, dan sekarang dalam bentuk blog. Isinya tentang luapan emosi yang saya rasakan, baik senang atau sedih. Dan beruntung sekali saya meluapkan emosi negatif hanya sampai tulisan. Semua menjadi lebih terkendali di dunia nyata.

Kembali ke hari-hari belakangan.

Bahwa memang semua kejadian sudah melalui ijin-Nya dan bahwa semua kejadian bertujuan baik. Tapi, mungkin, yang membuat menjadi berat adalah rasa tidak menyangka, kecewa akan kejadian yang berulang, dan ketidaktahuan untuk berbuat apa setelahnya. Ketika rasa sedih dan kecewa masih mendominasi, usaha keluar dari lingkaran ini tidak membuahkan hasil, ditambah rasa takut mencoba hal yang sama. Oh, ini ternyata yang namanya trauma.

Selamat datang, terima kasih sudah hadir dan memberi rasa baru :)

Ada dua hal yang saya pegang sampai hari ini:

Whatever life gives you, don’t turn out to be bitter.

Forgiveness is what I can always give to all of you.

Seberapapun sakit hati dan beratnya keadaan, jadilah pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Percayalah, hanya dari kejadian buruk kita bisa intropeksi secara tulus dan mendalam, dan berubah. Serta, maafkanlah orang lain selalu, siapapun dia dan apapun yang dilakukannya. Memaafkan membebaskan hati dari rasa marah, sedih, dan kecewa. Memaafkan mendamaikan hati.

Masih banyak hal yang perlu dipelajari dan diterapkan. Selama masa pembelajaran ini terus berlangsung, ijinkan saya menuliskan apapun yang menjadi rasa baru dalam hidup dan mencari hikmah lebih dalam sehingga perubahan menjadi lebih pemanen. Jika tidak berkenan membaca hal-hal yang bersifat “struggling”, silahkan unfollow. Dengan senang hati. :)

Btw, saya memiliki blog satu lagi yang sangat berbeda nuansanya dengan blog ini. Blog itu hanya bisa saya tulis ketika perasaan saya baik. Silahkan lihat disini. Saya memiliki misi besar dengan blog itu, semoga Allah ridho. :)

Advertisements

2 thoughts on “Mohon maaf

  1. cetut September 8, 2016 / 10:51 am

    Sending bighug Nad :*

    • Nahdya September 9, 2016 / 12:15 pm

      Jazakallah khair Mba Astut :***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s