Mengalah

Mengalah bukan karena kita lemah, tapi karena kita memiliki sesuatu yang lebih besar dari apa yang sedang diperdebatkan.

Mengalah bukan karena kita takut kepada orang lain, tapi karena kita takut menyesal kehilangan hubungan baik.

Mengalah bukan karena dia lebih berkuasa, tapi karena kita tahu pasti kita tidak pernah menguasai apa-apa tanpa ijinNya.

Mengalah itu melatih jiwa untuk menerima berbagai keadaan. Mengalah itu mengekang ego yang kalau dibiarkan hanya akan membawa kedzoliman. Mengalah itu sikap yang dimiliki orang yang berhati lapang, memiliki kasih sayang terhadap sesama, dan sangat menyerahkan diri kepadaNya.

Dan kalau semua itu bisa tercapai, selamat. Kamu sudah menang :)

yang aku percaya

Yang aku sangat percaya adalah semua orang bisa berubah menjadi lebih baik asalkan dia memiliki kemauan yang sangat kuat. Ketika dia memiliki kemauan itu, dia akan mencari jalan untuk mencapai apa yang diharapkan. Dia mulai mencari informasi, membaca buku, bertanya, merubah sikap, cara pandang, dan mengelola emosinya dengan lebih baik.

Sangatlah sulit untuk berubah karena perubahan membutuhkan kita keluar dari zona nyaman. Perubahan hanya bisa diwujudkan oleh orang-orang yang kuat mentalnya.

Akan tetapi, kalau Allah sudah menggariskan hidup kita berubah tanpa kita maupun, hidup akan berubah. Dengan atau tanpa persiapan.

Namun, kita selalu punya pilihan. Pilihan untuk berubah menjadi lebih baik atau diam di tempat, nyaman tapi melenakan, senang tapi semu, dan terlihat bahagia tapi sebenarnya tidak pernah tenang.

Seorang koruptor bisa menjadi sangat alim setelah menjalani hukuman. Namun seseorang yang dikenal alim pun bisa berubah menjadi penjahat jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya dari hawa nafsu dan lain-lain.

Seorang koruptor tidak langsung memulai kejahatannya dengan kasus yang fantastis. Semuanya dimulai dengan penyelewengan sederhana, dengan nominal kecil, dan terus menerus sampai akhirnya rasa di dalam hati tidak bisa lagi membedakan mana kebenaran dan kebathilan. Semuanya sama, cenderung ke arah bathil.

Begitupun dengan seorang penjahat yang sudah bertobat. Semuanya dimulai dari kebaikan-kebaikan sederhana sampai hatinya semakin bersih, semakin jernih, dan kebenaran terlihat lebih nyata dari kebathilan.

Semua perubahan diawali dengan sikap-sikap sederhana sampai akhirnya menjadi kuat.

Jangan remehkan sikap-sikap sederhana yang dilakukan setiap hari. Karena dari sana, terbentuklah perubahan diri kita nanti.

rasa

Ternyata, begini rasanya mengandalkanMu dalam setiap situasi.

Ternyata, begini rasanya menjadikan doa sebagai senjata untuk menghadapi tantangan hidup.

Ternyata, begini rasanya percaya bahwa Engkaulah sebaik-baiknya penjaga dan pengurus hambaMu.

Rasanya itu.. kuat yang menjadikanku tidak bergeming dengan cobaan, netral cenderung terus mencari jalan positif, dan hati puas karena kita tahu sudah melakukan yang terbaik.

 

For the love of blogging

Sudah lama tidak menulis disini. Saya pikir Instagram bisa menggantikan media untuk menumpahkan rasa, tapi ternyata tidak. Terlalu banyak yang terlewatkan dengan tidak menulis disini, tempat saya terbentuk dan mencari hikmah. Banyak cerita yang sudah terjadi, semoga semuanya indah di mataNya.

Saya ingin menjadi orang yang lebih baik.

Orang yang menerima segala situasi yang tidak sesuai harapan dan yang merayakan situasi yang sesuai harapan.

Orang yang bersih hatinya.. Ya Allah ini peer banget.

Orang yang bisa membantu fakir miskin secara langsung, bukan hanya lewat pihak ketiga, karena ternyata rasanya bedaaaa.. Dan rasa yang pertama lebih menyenangkan.

Orang yang bisa mengendalikan emosinya walaupun sangat wajar untuk marah.

Orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan melepaskan keinginan pribadi untuk kepentingan orang lain.

Orang yang lebih banyak memberi; senyum, materi, waktu, kasih sayang.

Orang yang lebih banyak berdoa untuk kebaikan orang lain.

Orang yang lebih mencari Tuhannya, ketimbang manusia untuk menyelesaikan masalahnya.

Media

How media has changed us.

It changes our way of thinking about what is beautiful.

It changes our way of seeing what is happiness.

It changes our way of feeling grateful.

Media has determined us.

When knowing and putting make up on means beautiful.

When being exist travelling and active updating in social media means happiness.

When having complete family, boy/girlfriend, lots of gifts means grateful.

Media has formed us.

Peace means yoga.

Love means spouse.

Blessed means having kids.

Media has dictated us.

To be exist in social media.

To buy and eat the most happening food.

To put make up on.

While I’m sure some of those might help us to feel grateful, blessed, peace, loved, etc.

But I’m afraid if I’m not that good or smart enough to manage my heart, I will become someone who doesn’t feel enough with what I have, doesn’t feel content.

Oh how media has big impact nowadays. 

And I’m so afraid of small interventions it gives to me