Berjuta (permintaan) maaf

Sering kali teringat masa-masa itu. Masa-masa mendampingimu. Masa-masa melihatmu bertahan, berjuang, merasa kecewa, merasa pasrah, merasa menyerah, dan merasa dikuatkan. 

Sering kali teringat masa-masa itu. Masa-masa dimana pertengkaran sering terjadi. Visi yang berbeda, cara pengobatan yang berbeda, kemauan yang berbeda. 3 kepala, semua berbeda, dan engkau sudah tidak bisa lagi bicara.

Lewat untaian doa yang tak pernah berhenti untukmu dan untuk kami, suatu hari aku beritahuNya, Mah. Sakitmu bukanlah tentangmu. Sakitmu itu tentang kami, 3 orang selainmu. Mungkin 2 orang. Mungkin 1 orang. 

Aku mengerti. Sudah tidak banyak lagi hati ini terbebani. Hikmah itu benar-benar ada dan menghampiri.
Aku sampaikan kepada yang lain mengenai hikmah itu Mah. Aku sampaikan sejelas mungkin. Semoga mereka mengerti kalau Allah berikan sakitmu untuk menyatukan kami.

Aku tak berharap banyak lagi waktu itu, Mah. Aku yakin ini cara Allah untuk membuat kami menjadi lebih baik. Maafkan kami ya Mah. Maafkan jika diantara kami ada yang berego setinggi langit, berhati tapi tertutup, berkepala tapi tak berpikir jernih. 

Setiap kali aku mengingat masa-masa itu, aku tau aku belum sepenuh hati memaafkan. Tapi aku yakin, aku bisa.

Maafkan kami, Mah. 

Sekarang kami sudah lebih baik dan lebih harmonis. 

Terima kasih sudah menyatukan kami, Mah. 

Terima kasih sudah menyatukan kami, Allah.

Terlalu rindu

Assalamualaikum Mah,

Sekarang lagi Ramadhan, sudah hari ke 23. Alhamdulillah aku puasanya lancar, Mas Ery & Bapak juga lancar. Walaupun kasihan Bapak sahur dan buka puasa sendiri terus, kecuali kalau aku pas jadwal ke rumah. Semoga doa dan amal baik kami di bulan Ramadhan mencukupi Mamah ya. Aamiin.

Aku udah pindah rumah, Mah. Di Eminent. Rumahnya bagus, lingkungannya asri, hijau banget. Ini pasti karena doa Mamah waktu itu jadi aku bisa tinggal disini. Mamah pasti suka disini, depannya taman, ada bangkunya. Mamah bisa duduk – duduk sambil berjemur menghirup udara segar.

Minggu depan aku sama Mas Ery ke Kaliwungu, Mah. Bapak juga, tapi ga bareng. Kita bakal ketemuan di Semarang. Seperti biasa, aku bakal muter ke Purwodadi, Kudus, Semarang, dan Kaliwungu. Semoga aku sehat dan senang ya Mah hehe.

Bulan depan Bapak pindah ke Semarang Mah. Tiap hari Bapak ngurusin barang-barang untuk dipack, aku bantu sebisaku aja. Bapak bakal tinggal di Pasadena, Mah. Dekat banget sama Tante Lip & Mas Njis. Aku jadi tenang Bapak dekat adik-adiknya. Bapak mau dekat ke Mamah juga, supaya bisa ke tempat Mamah seminggu sekali atau bahkan lebih.

Aku tadi subuh mimpi Mamah. Mamah berjalan mendekati aku sambil senyum, pake gamis putih dan kerudung cream. Walaupun aku ga bisa pegang Mamah, tapi aku senang melihat Mamah diselimuti cahaya. Alhamdulillah.

Aku rindu Mah. Terlalu rindu.

 

Letter #4: your stuff

Assalamualaikum Mah,

How are you there? I miss you. We miss you. You’re still our favorite topic to talk about. Your kindness, your presence in our dreams, your stuff.

Mah, Bapak is preparing for moving to Semarang. As it’s one of his dream and he cannot bear to live in this house without you, or maybe too many memories of you in this house, in this city that in every single corner reminds him of you. 

Mah, I help Bapak to pack, arrange, and organize your stuff. Apparently it’s not easy to look, touch, and feel about the stuff you keep for years. My heart cries everytime I think about what you do with this stuff. The stuff from me, I know you keep and use it forever. I want you to know that I am a happy daughter, Mah. 

I often find your writings on a piece of paper or in a book which contain of Asmaul Husna and the definition, the du’as for you to be strong and for us, the english lesson you take I don’t know from where, the food recipes, the songs lyric. Those writings show how your willingness to learn is huge from any sources. You learn from internet, books, even from me. How humble and strong your heart is, Mah. I’m really sorry that I don’t help you when you learn those things. 

Mah, some things have changed in me: the way I talk, the way I think, the way I feel. I learned it from you, Mah. Bapak has changed too. He’s finally changed becoming a better person, a person you always pray for. Your wish has come true, I’m so happy for you Mah. Allah SWT hears us.

Bapak & I both have plan to do some thing for you. I hope we can make it. 

I hope all our prayers comfort, warm, and light you just like we do when you’re still here with us. 

I love you.

Letter #3 – Umroh

Assalamualaikum wr wb, Mah,

Mamah sayangku, dari beberapa hari kemarin aku rindu sekali sama Mamah. Tak terbendung air mata ini setiap kali aku membayangkan Mamah. Maafkan aku Mah. Semoga Mamah tidak merasa berat dengan perasaan rinduku. 

Mamah sayang, InsyaAllah hari ini aku berangkat untuk menunaikan ibadah umroh bersama Mas Ery & Ibu. Penerbanganku dari Jakarta menuju Jeddah, lalu ke Madinah setelah itu Mekkah. 

Aku ingat sekali janjiku sama Mamah sebelum Mamah masuk ruang operasi untuk tindakan total hip replacement, “kita umroh Mah habis ini”. Dan aku ingat Mamah diam mengangguk. Tapi Allah menginginkan hal lain, Mah. Dan kita selalu percaya bahwa ketentuan Allah adalah yang terbaik. 

Semoga doaku untuk Mamah di tanah suci nanti bisa mendatangkan Rahmat Allah untuk Mamah. Aamiin YRA..

Sudah dulu ya Mah. Aku sambung lagi disana, begitu dapet wifi hehe. 

I love you, Mamah sayang.

I miss you more.

Oh iya, pagi tadi Bapak ke rumah, mengantar kami ke bandara. ;)