bersabarlah

Mungkin definisi sabar yang tepat bagi saya adalah menerima keadaan apa adanya dan tetap menyikapinya dengan baik. 

Menerima keadaan artinya berhenti bertanya “kenapa saya?”, “apa salah saya?”, dst. Tapi ikhlas menerima segala situasi (baik bahagia maupun tidak) dengan mental “senang & sedih semua dari Allah. Dua2nya harus disyukuri. Sama saja.”

Sedangkan menyikapi dengan baik artinya tidak menjadi cepat emosi atau marah atau dendam atau sedih yang berkepanjangan. 

Maka, bersabar itu adalah menahan emosi dan menggantinya dengan sikap baik sambil terus berusaha menerima keadaan dan mencari jalan keluar.

Bersabarlah, siapa tau cuma hari ini yang kita miliki. Mau bersabar dengan cara apa kita hari ini?

Penyelamatku

Aku sangat bersyukur karena akhirnya aku menemukan apa itu Iman. Aku menemukannya di tempat yang gelap. Cahaya Iman menembus hatiku. Cahaya iman adalah titik keyakinan yang paling dalam dimana aku menemukan ketenangan, kedamaian, dan kebaikan di saat-saat terpahit.

Iman yang membuat aku percaya semua di dunia ini hanya titipan; harta, jabatan, kesehatan, kesenangan, kesedihan, perasaan cinta, emosi negatif, dll. Semua hanya titipan ALLAH SWT untuk menguji kita apakah kita termasuk orang-orang yang bisa menjaga titipan itu dengan baik dengan cara selalu bersyukur atas kesenangan dan bersabar atas kesulitan, atau malah mengingkari kenikmatan titipan yang telah diberikan?

Aku sangat bersyukur bisa menikmati yang namanya hijrah cinta dimana aku bisa membalas hal-hal buruk dengan kebaikan. Oh, aku sangat menikmati momen-momen kekalahanku sendiri. Kekalahan atas hawa nafsu, amarah, dendam, dan perasaan negatif. Saking menikmati momen-momen mengalahkan diri sendiri, aku terkadang dilihat sebagai orang yang lemah, bodoh, mudah dibohongi, ditipudaya, dll. Tapi apa yang terjadi dengan orang-orang yang memperlakukanku seperti itu? Mereka menyesal, meminta maaf, dan mereka meminta nasihat-nasihatku di kemudian hari.

Aku merasa di belakangku ada kekuatan yang besar sekali yang membuatku bisa melalui hal-hal berat. Bahkan di saat-saat aku pikir aku tidak akan mungkin bisa melihat ibuku kesakitan sewaktu di RS, ketika aku berjalan sendirian malam-malam di lorong RS, ketika aku menemukan email yang tidak pantas, ketika aku direndahkan. Saat-saat itulah aku sujud lebih dalam. Memohon lebih banyak. Berzikir lebih lama. Berikhtiar lebih keras. Dan tiba-tiba semua permasalahanku selesai, begitu saja.

Dengan hasil baik atau tidak, sekarang aku tidak terlalu peduli lagi. Aku hanya peduli dengan usahaku, kepasrahanku, rasa syukurku, perbuatan baikku. Hasilnya aku serahkan sama Allah, terserah aku mau diapakan. :)

To be creative

Selama mamaku sakit, aku cari cara supaya menyenangkan hatinya setiap hari. Ya, setiap hari. Semua orang yang sakit butuh itu. Semua orang sakit butuh dibantu hatinya, pikirannya, badannya untuk berobat karena mereka sedang tidak bisa membantu diri mereka sendiri. Sejak bulan Oktober, inilah yang aku lakukan untuk menyenangkan hatinya. Semoga ada yang bisa ditiru :) atau ditambahkan mungkin? :)

1. Begitu tau orang yang kita sayangi sakit, kita harus segera pulang! Apapun caranya. Apapun resiko yang kita tinggalkan di depan kita. Kecuali dalam keadaan yang sangat mendesak dan tidak dapat tiket pulang, itu baru boleh ditunda.

2. Sering-seringlah menelepon, kirim SMS/WA/BBM. Tanyakan lagi apa, makan apa tadi, gimana badannya. Tanyalah hal-hal sederhana yang mengandung perhatian yang besar. Dengan begitu mereka bisa lebih terbuka dengan apa yang mereka rasakan, apakah sedih, sakit, mendingan, dsb. Terkadang orang sakit tidak mau mengeluh, maka kita yang harus bertanya.

3. Sering-sering menjenguk sambil membawakan oleh-oleh yang memang dibutuhkan atau sedang diinginkan mereka. Dengarkan baik-baik celotehan mereka. Kita akan mendapat banyak clue tentang apa yang sedang diinginkan; makanan, alat kesehatan, bentuk pengobatan, jalan-jalan, dsb.

4. Cari informasi yang benar sebanyak-banyaknya mengenai sakit dan pengobatannya. Buat kumpulan tulisan mengenai motivasi, pengobatan, dan kisah inspiratif dari hasil riset kita. Cetak buku tersebut secantik mungkin sesuai dengan style dan warna kesukaan mereka. Kasih notes di halaman depan bahwa buku itu kita persembahkan khusus untuk mereka, dengan penuh cinta tentunya. :)

5. Kirim SMS mengenai hal-hal yang membuat mereka termotivasi, arahkan kepada motivasi kuat karena ALLAH SWT. Arahkan selalu ke spiritual. Hal ini akan sangat membantu mereka menjalani hari-harinya dengan lebih bahagia dan tegar.

6. Ajak mereka jalan-jalan ke tempat yang mereka suka. Bantu mereka membawa perlengkapan medisnya. Ingatkan mereka untuk memakai jaket, kaos kaki, sarung, tangan, masker. Bawakan tasnya. Bawakan tempat minum dan makannya. Buat mereka seringan mungkin melangkahkan kaki.

7. Tawarkan mereka makanan yang sedang mereka inginkan. Kalau makanan yang diinginkan adalah pantangan bagi mereka, bolehkan tapi hanya sedikit dan tidak boleh lagi dalam seminggu ke depan. Kita harus menjaga nafsu makan mereka tetap nikmat, tapi lebih penting untuk mengingatkan mereka untuk menjaga diri.

8. Belikan obat, vitamin, atau alat kesehatan yang dibutuhkan. Ajak mereka berdiskusi singkat mengenai rencana kita membelikan semua itu, kalau mereka mau, belilah. Kalau mereka tidak mau padahal menurut kita bagus, tetap belikan. Katakan ini untuk jaga-jaga saja, boleh dipakai boleh tidak.

9. Pijit-pijit badannya, ambilkan selimut, buatkan minum dan makanan yang bagus untuk kesembuhannya.

10. Belikan bunga, pajangan rumah, parfum, baju, kerudung atau hadiah-hadiah lainnya seolah-olah hari itu adalah hari ulang tahun mereka. Buat mereka merasa bahwa mereka sehat-sehat saja dengan memakai hadiah kita. :)

InsyaALLAH semua itu bisa membantu mereka yang kita cintai lebih untuk mensyukuri nikmat sakitnya, berikhtiar dengan ikhlas, dan ridho akan takdirNya. :)

C. JoyBell C

“I have come to accept the feeling of not knowing where I’m going. And I have trained myself to love it. Because it is only when we are suspended in mid-air with no landing in sight, that we force our wings to unravel and alas begin our flight. And as we fly, we still may not know where we are going to. But the miracle is in unfolding wings. You not know where you’re going, but you know that so long as you spread your wings, the winds will carry you.”

me

Building people

Source image: http://www.google.com

I don’t know why, I love the sentence of “building people” so much. This sentence fits everything in me. This sentence concludes the lesson the last past years of my life.

I’m talking about building people with active constructive actions/words, not with destructive words/actions.

Once, I had a boss who was so actively destructive in building me. He gave critics, said badly about mostly everyone, easily angry to anyone, didn’t care about what people say, came late to the office and went home early. And you know what happened to me? I hate him. I never like him. I wanted to move out from the office.

Then, I had a new boss. He’s totally different from my first boss. He’s very discipline, caring, loves to read, open-mind, very positive, and humble. He always wanted the staff become a solid team, thus he often asked us to go somewhere/to do something together. I felt comfortable near to him and at the office I just feel like at home.

So, I have two examples of a leader with the same level with very different characters. And now I believe that building people with caring, loving, and sincere attention will last longer or maybe forever.

I believe in building people with positive actions and words, and not by blaming, demanding, gossiping.

I believe in giving compliments than destructive critics. Destructive critics just a big no no for me.

I believe in giving tolerance to people by seeking the positive probability. Although sometimes I give too much tolerance. :p

I believe in giving help on what people’s need most.

I do really believe in kindness.